Berita56 Dilihat

Anto Narasoma
*KEBUN TERAKHIR*

inilah kebun terakhir
yang tumbuh di antara kematian kita

tak ada kesombongan
tak ada kehebatan
tak ada kata aku dalam perilaku keangkuhan setinggi gunung

semuanya tenggelam
di kedalaman tidur panjang tak bertepi

jika tertanam di tanah ini, segala kemewahan menjadi tontonan yang menguras hujan pada matamu

BACA  Sejumlah Elemen Masyarakat Dukung Komitmen Kapolda Sumsel Berantas Mafia Tambang Ilegal

di antara tulang-tulang lengan dan tengkorak di telapak kaki paling sepi,
menjadi catatan tanpa ingatan

sebab,
mimpi dan hakikat setelah panggilan itu menggugurkan daun-daun namamu,
kita hanyalah kenangan

meski joget salsa disaat duduk pada kursi terdepan, _plangak-plangok_ pun tumbang ke kebun ini

BACA  Abaikan Surat Penutupan, Pempek Yudi di Seberang Ulu II Tetap Berproduksi di Tengah Protes Warga

maka,
segala kebohongan
atas selembar nyawa yang tertulis di dalam ijazah tak sah,
nyawamu pun pasti gugur satu-satu di tanah ini

ingat,
kita adalah isi paling menentukan di kebun kematian ini

Palembang,
27 September 2026