PALEMBANG | Pencanangnews.com – Polemik penutupan akses jalan di kawasan Cineplex Cinde, Palembang, kembali memanas. Setelah sebelumnya menggelar aksi unjuk rasa pada 25 Juni 2026, ratusan pedagang dan warga RW 03, Kelurahan 24 Ilir, kembali mendatangi Kantor Wali Kota Palembang, Jumat (17/7/2026).
Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cinde Bersatu datang untuk menagih komitmen Pemerintah Kota Palembang terkait tuntutan mereka agar akses Jalan Pancawarna yang selama ini menjadi jalur vital masyarakat kembali dibuka.
Namun, aksi tersebut kembali menuai kekecewaan lantaran massa tidak ditemui langsung oleh Wali Kota Palembang.
Aspirasi warga hanya diterima oleh Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kota Palembang, Robertus Edison Hendri.
Dalam keterangannya di hadapan massa, Robertus menjelaskan bahwa Pemkot Palembang telah melakukan sejumlah langkah administratif, mulai dari rapat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah, pengecekan lapangan hingga berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri Palembang.
Ia mengatakan pemerintah juga telah menyampaikan surat resmi kepada Pengadilan Negeri Palembang untuk meminta penjelasan mengenai status Jalan Pancawarna di kawasan Cineplex Cinde.
Menurut Robertus, berdasarkan jawaban Pengadilan Negeri Palembang, jalan tersebut termasuk objek yang telah dieksekusi berdasarkan penetapan Ketua Pengadilan Negeri Palembang tertanggal 13 Maret 2026.
“Pemerintah Kota Palembang sudah melakukan berbagai upaya, mulai dari rapat koordinasi, pengecekan lapangan hingga menyampaikan surat kepada Pengadilan Negeri Palembang. Berdasarkan jawaban pengadilan, jalan tersebut merupakan bagian dari objek yang telah dilakukan eksekusi sesuai penetapan pengadilan,” ujar Robertus di hadapan peserta aksi.
Pernyataan itu justru memicu kekecewaan massa. Warga menilai Pemkot hanya menyampaikan hasil administrasi tanpa menawarkan solusi konkret atas tertutupnya akses jalan yang selama puluhan tahun digunakan masyarakat.
Ketua RT 12, Edy, menegaskan warga tidak puas karena gagal bertemu langsung dengan Wali Kota Palembang.
“Kami kecewa karena tidak bisa bertemu langsung dengan Pak Wali Kota. Senin nanti kami akan melayangkan surat resmi untuk meminta audiensi. Kami ingin dipertemukan dengan Pak Wali Kota dan pihak Thamrin Brothers. Mereka bilang ini berdasarkan putusan pengadilan, tapi kenapa jalan yang selama ini digunakan masyarakat ikut dimasukkan dalam objek. Kami minta pemerintah benar-benar memperhatikan nasib warga,” tegas Edy.
Edy menegaskan perjuangan warga belum berakhir. Menurutnya, masyarakat hanya menginginkan kepastian dan penyelesaian yang adil tanpa mengorbankan kepentingan warga kecil dan para pedagang yang terdampak langsung akibat penutupan akses jalan tersebut.
Sementara itu, Yuli, salah satu perwakilan massa aksi, meminta Pemerintah Kota Palembang tidak sekadar menjadi penyampai informasi dari hasil putusan pengadilan, tetapi hadir sebagai penengah untuk mencari solusi terbaik.
“Kami datang bukan untuk mencari keributan. Kami datang mencari keadilan. Jalan ini sudah lama menjadi akses masyarakat, pedagang, dan warga sekitar. Kalau pemerintah hanya menyampaikan surat balasan pengadilan tanpa memperjuangkan kepentingan rakyat, lalu siapa lagi yang akan membela kami? Kami meminta Pak Wali Kota segera memfasilitasi pertemuan dengan Thamrin Brothers agar persoalan ini tidak terus berlarut-larut,” ujar Yuli.
Warga menilai penutupan Jalan Pancawarna telah berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di kawasan Cinde. Mereka berharap Pemerintah Kota Palembang segera mengambil langkah nyata melalui mediasi antara warga, pihak Thamrin Brothers, dan instansi terkait.
Aliansi Masyarakat Cinde Bersatu menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada kepastian hukum sekaligus solusi yang berpihak kepada kepentingan masyarakat. Jika tuntutan audiensi tidak direspons, warga membuka kemungkinan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar sebagai bentuk tekanan kepada pemerintah daerah agar tidak menutup mata terhadap persoalan yang mereka hadapi.



