Bangunan Liar di Jalan Gubernur H.Bastari Dibongkar Sat Pol PP

Kriminal950 Dilihat

PALEMBANG|PencanangNews.co.id — Petugas gabungan Sat Pol Pp Provinsi ,dan Sat Pol PP Kota, TNI ,Polri,kecamatan Jakabaring dinas kesehatan ,dinas PPKAD melakukan pembongkaran bagunan di Jalan Gubernur H. Ahmad Bastari didepan bundaran air mancur depan gerbang JSC Jakabaring pada Senin (15/3/2021) sekitar pukul 09.00 WIB.

Dimana Satpol PP Propinsi Sumsel yang dibeck up , Satgas Aset  propinsi Sumsel, satpol pp kota palembang bersama TNI AD dan Polri yang lainya melaksanakan eksekusi pembongkaran penertiban , pengosongan bangunan rumah , warung gerobak diatas lahan tanah milik Pemprop Sumsel. 

Dari pantauan di lokasi penertipan terlihat warga sudah bersiap-siap untuk melakukan perlawan kepada petugas sat pol pp propinsi sumsel. 

BACA  Terkait Sebaran Covid-19, 8 Persimpangan Jalan Dalam Kota Palembang Mulai Disekat

Menurut Kasat Pol PP Propinsi Sumsel Aris Saputra mengatakan,Sebelumnya pihak terkait sudah menyampaikan peringatan sebanyak tiga kali dan hingga sekarang masih ada bagunan dan gerobak dilokasi.

Masih dikatakan Aris masih banyak aset pemerintah propinsi sumsel yang akan ditertibkan”ujarnya.

” Kawasan jakabaring  terlebih dahulu kita tertibkan dikarnakan Jakabaring
gerbang pintu masuk ke kota palembang, dan juga nantinya masih banyak ajang-ajang olah raga internasional yang akan diadakan di Gor jakabaring, “jelasnya.

Kasat Pol PP Provinsi juga mengatakan,
sebanyak belasan gerobak ,bedeng empat pintu,dan satu bagunan semi permanen yang dibongkar.

Aris Saputra juga menjelaskan pihaknya tidak membatasi warga untuk berdagang namun jangan
Permanen agar bisa dipindah- pindahkan.

BACA  Empat Pencuri Sawit Diamankan Anggota Polsek Rambutan Banyuasin

” Boleh berdagang, namun lapak jangan permanen, agar bisa dipinda-pindakan nantinya” ujarnya.

Disinggung nyaris bentrok dangan warga, Aris mengatakan bahwa hal yang biasa, Gesekan dilapangan, hal yang biasa, namun semuanya bisa kita atasi”tutupnya.

Sementara salah satu warga yang lahan nya digusur Heri, mengatakan bahwa ia berdagang sudah lama dari tahun 2003, kawasan ini masih sepi, mengapa sudah ramai baru pihak pemerintah propinsi sumsel melakukan penggusuran” tuturnya.

“Waktu masih sepi tidak ada pihak pemprop untuk melakukan penggusuran, sekarang sudah ramai baru mau digusur, solusinya tidak ada” ucap Heri. (Ndre)