Dua Wartawan Jadi Korban Penganiayaan Saat Meliput di Mapolda Sumsel

Berita25 Dilihat

PALEMBANG|PENCANANGNEWS.COM-Dua wartawan jadi korban penganiayaan saat melakukan peliputan di depan Mapolda Sumsel. Akibatnya kedua wartawan tersebut mengalami luka-luka hingga perlu dirawat di rumah sakit.

Adapun kedua wartawan tersebut yakni bernama Rachmat Kurniawan wartawan media TribunSumsel.com/ Sriwijayapos dan Mulyadi wartawan media Palembang TV (Pal TV). Saat itu keduanya sedang melakukan peliputan aksi demo di depan Mapolda Sumsel pada Selasa (13/10/2026) siang.

Berdasarkan pengakuan dari korban Mulyadi saat itu dia bersama rekan-rekan media lainnya sedang melakukan peliputan aksi demo yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliasi Cipayung.

BACA  Sengketa Lahan Mekar Sari 258 Hektar Menganga 20 Tahun, Warga Dikhianati Janji, DPRD Banyuasin Turun Tangan

Namun sebelum para mahasiswa sampai di lokasi, sudah terlebih dahulu ada kegiatan sekelompok masa dari komunitas ojol dan Ormas yang melakukan pembagian masker ke pengguna jalan dilokasi tersebut.

Tidak lama kemudian, rombongan para mahasiswa sampai di depan Mapolda Sumsel untuk melakukan aksi demo. Belum sempat melakukan orasi terjadi kericuhan antara mahasiswa dengan diduga rombongan ormas menggunakan pakaian hitam.

“Pakaian mereka hitam semua (yang mengeroyok), mereka juga menggunakan masker. Kami diintimidasi oleh rombongan baju hitam tersebut untuk menghapus video yang sudah kami rekam,” katanya.

BACA  Ratusan Massa Geruduk Kantor Wali Kota, Desak Pemkot Tutup Dugaan Parkir Ilegal di Rajawali Village

Melihat kericuhan tersebut, Mulyadi bersama korban rahmat melakukan peliputan dengan merekam kejadian itu. Namun saat korban rahmat menyiarkan kericuhan tersebut secara live, diduga rahmat langsung diserang dengan cara dipukul serta ditendang.

Mulyadi yang melihat hal tersebut mencoba membantu menyelamatkan korban rachmat, namun dirinya malah menjadi korban penganiayaan juga hingga mengalami luka pada bibirnya.

“Rachmad itu yang parah, kami sampai minta tolong dan mengatakan kami wartawan, tapi masih saja dikroyok. Rachmad itu sampai terkapar dijalan,” ujarnya. (min)