Kenakan Gamis Saat Beraksi, Pelaku Bongkar Tujuh Kotak Amal Masjid Jamik Sirojul Huda

Berita13 Dilihat

PALEMBANG|Pencanangnews.com-Aksi pencurian uang kotak amal terjadi di Masjid Jamik Sirojul Huda, yang berlokasi di Lorong Karang Anyar, Kecamatan Plaju Darat, Kota Palembang. Dalam peristiwa tersebut, dua orang pelaku diduga berhasil menggasak uang dari tujuh kotak amal dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp5 juta hingga Rp8 juta.

Peristiwa pencurian itu berlangsung pada Rabu (4/11/2026) dini hari. Berdasarkan rekaman waktu kejadian, aksi kedua pelaku dimulai sekitar pukul 01.08 WIB dan berakhir pada pukul 01.46 WIB.

Ketua Masjid Jamik Sirojul Huda, Hasyim, mengatakan kedua pelaku memiliki peran masing-masing saat menjalankan aksinya. Satu orang masuk ke area masjid untuk membongkar kotak amal, sementara seorang lainnya menunggu di atas sepeda motor untuk mengawasi situasi sekaligus bersiap melarikan diri.

Menurut Hasyim, terdapat tujuh kotak amal yang menjadi sasaran pencurian. Ketujuh kotak tersebut terdiri dari satu kotak amal umum, satu kotak khusus anak yatim piatu, satu kotak untuk kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), serta empat kotak amal biasa.

BACA  Di Pos Yandu Ko Ada Polisi Ya ?

“Seluruhnya ada tujuh kotak amal yang dibongkar. Rinciannya satu kotak umum, satu kotak yatim piatu, satu kotak PHBI, dan empat kotak amal biasa,” ungkap Hasyim (07/11/2026)

Ia menjelaskan, pengelolaan uang dari masing-masing kotak amal memiliki waktu pembukaan yang berbeda. Kotak amal umum biasanya dibuka setiap hari Jumat, sedangkan kotak khusus anak yatim piatu baru dibuka satu kali dalam setahun, tepatnya setiap 10 Muharam.

Jika mengacu pada rata-rata jumlah uang yang terkumpul saat kotak-kotak tersebut dibuka, Hasyim memperkirakan uang yang dibawa kabur pelaku mencapai Rp5 juta hingga Rp8 juta.

BACA  Belum Sampai 24 Jam, Pembunuh Sadis Ayah Kandung Berhasil Ditangkap

Hasyim juga mengungkapkan, salah satu pelaku yang bertugas sebagai eksekutor sempat terlihat mengenakan pakaian gamis ketika memasuki masjid. Namun, setelah menjalankan aksinya, pelaku diduga mengganti penampilannya dengan melepas gamis dan mengenakan jaket.

Dari pengamatan terhadap ciri-ciri pelaku, Hasyim menduga kedua orang tersebut bukan warga yang tinggal di sekitar lingkungan masjid.

“Kalau melihat ciri-cirinya, kami meyakini pelaku bukan orang sekitar sini, kemungkinan orang luar. Kejadian seperti ini juga baru pertama kali terjadi di masjid kami,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, pihak pengurus Masjid Jamik Sirojul Huda telah melaporkan kasus pencurian itu ke Polsek Plaju. Pengurus berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap identitas kedua pelaku dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. (min)