Puluhan Orang Diduga Lakukan Penyerangan di Pertahanan Ujung, 3 Korban Luka Serta Rumah dan Kendaraan Dirusak

Berita20 Dilihat

PALEMBANG|Pencanangnews.com- Aksi penyerangan yang diduga melibatkan sekitar 50 orang terjadi di Jalan Pertahanan Ujung kawasan 16 Ulu Kecamatan Seberang Ulu II Palembang, Senin (2/11/2026) sekitar pukul 09.00 Wib.

Dalam peristiwa tersebut, tiga orang mengalami luka parah akibat terkena senjata tajam. Selain itu, sejumlah kendaraan dan satu rumah warga juga menjadi sasaran perusakan.

Tak Terima telah menjadi korban penganiayaan, salah satu korban M Alhadi (30) melalui
Kuasa hukum korban Titis Rachmawati melaporkan peristiwa tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang pada Senin, (2/11/2026).

Menurut Titis, peristiwa berawal ketika sekelompok orang diperkirakan berjumlah 50 orang datang ke lokasi menggunakan sepeda motor sambil membawa senjata tajam, kemudian diduga menyerang warga secara membabi buta.

Aksi penyerangan tersebut diduga berkaitan dengan persoalan lahan yang saat ini masih menjadi sengketa. Namun, ia menilai tindakan kekerasan tersebut sudah berada di luar persoalan sengketa tanah.

“Sebenarnya kalau kita lihat, kalau sengketa tanah kan kita sudah berada di posisi jalur hukum semua. Jadi kalau saya lihat ini bukan persoalan sengketa tanah, tetapi memang berupaya untuk menghilangkan nyawa orang lain,” ujar Titis.

BACA  Amin Tras Gelar Baca Puisi dan Lomba Dulmuluk Tingkat Nasional

Ia mengungkapkan, sehari sebelum kejadian, seorang perempuan berinisial RJ disebut sempat mendatangi Polsek Seberang Ulu II. Kedatangannya diduga berkaitan dengan rencana pengukuran tanah di lokasi tersebut.

“Saya melihat dari TikTok bahwa akan ada pengukuran tanah di TKP, Kemarin juga saya juga sempat telepon Pak Kapolsek. Saya bilang, ‘Ini jangan sampai ada kejadian yang tidak diinginkan’,” ungkapnya.

Namun, Titis menyayangkan karena pada hari ini pihak yang diduga terlibat justru datang langsung ke lokasi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

“Pada hari ini, mereka tanpa ada pemberitahuan atau apa, langsung ke sana dan melakukan pembacokan seperti itu,” katanya.

Akibat penyerangan tersebut, sekitar tiga orang mengalami luka serius. Para korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuh, mulai dari dada, perut hingga kaki.

“Sampai saat ini ada sekitar tiga orang yang luka parah semua. Luka bacok di dada, di perut, dan di kaki. Sekarang dalam proses operasi di Rumah Sakit Hermina,” jelas Titis.

Tidak hanya menyerang warga, kelompok tersebut juga diduga melakukan pengerusakan terhadap satu buah rumah, 2 buah mobil dan 3 buah motor milik keluarga korban.

BACA  Pemkab Muba Berupaya Kendalikan Inflasi Daerah

Titis menyebut, salah satu anggota keluarganya yang merupakan pengurus RT dan RW di lokasi objek tanah turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

“Jadi kebetulan keluarga saya itu adalah salah satu RT dan RW di lokasi objek tanah. Dilakukan perusakan rumahnya, kendaraannya, semua dikeroyok ramai-ramai di situ. Mengakibatkan motor hancur, rumah hancur, mobil juga begitu,” tuturnya.

Lebih lanjut, Titis meminta aparat kepolisian, khususnya Polrestabes Palembang, mengusut tuntas peristiwa tersebut, termasuk mengungkap pihak yang diduga menjadi aktor intelektual di balik penyerangan.

Ia mengaku telah mengumpulkan sejumlah video yang menurutnya dapat membantu penyidik mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat.

“Saya minta kepada aparat penegak hukum, khususnya Polrestabes Palembang, mengamankan aktor intelektualnya dulu. Karena sangat jelas, video-video juga sudah kita kumpulkan. Di situ sangat jelas para pelakunya. Saya rasa polisi pasti harus dapat itu semua,” tegasnya.

Sementara itu, Pamapta II SPKT Polrestabes Palembang Ipda Rifki Syerif menyampaikan laporan korban sudah diterima.
“Laporan akan segera kami serahkan ke Satreskrim Polrestabes Palembang untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut, ” Tutupnya.(min)