Rumah Terbakar, 29 Warga Kertapati Mengungsi

Kriminal172 Dilihat

PALEMBANG|PencanangNews.co.id- Akibat dari kebakaran di Jalan Masjid Kiai Muara Ogan, Gang Merogan, Kelurahan Kertapati, Kecamatan Kertapati Palembang, Sekitar 29 orang harus kehilangan tempat tinggal. Kamis (27/11/2020) sekitar pukul 17.50 WIB.

Api diduga dari arus pendek (konsleting listrik) dari rumah Hadiwanto yang mengakibatkan delapan rumah terbakar dan depalan kartu keluarga (kk) dengan total 29 orang harus mengungsi dan menunggu uluran bantuan dari pemerintah kota maupun Provinsi serta instansi.

Lurah Kertapati, H Murti Hertanto didampingi Ketua RT 003, Luis Rendi
Menuturkan , dari hasil pendataan yang dilakukan ada delapan rumah dengan jumlah KK delapan dan jumlah warganya yang terkena dampak berjumlah 29 orang akibat kebakaran tersebut.

BACA  Tak Hanya Pempek, Kopi Sumsel Juga Harus Menjadi Icon

“Delapan rumah yang terbakar ini tidak semuanya hangus, dimana dari hasil data kita dapatkan dari delapan rumah terbakar ini empat diantaranya hanya terbakar sebagian saja dan sisanya ludes terbakar,” ujarnya, Jumat (27/11/2020).

Ia menuturkan, bahwa dari 29 warga terkena dampak sudah mengungsi ke rumah warga dan sebagian lagi ke rumah ketua RT dan RW. “Mereka sudah mengungsi dan sebagian warga kita ini mengungsi ke rumah ketua RT dan RW,” katanya.

Murti memastikan semua warga yang menjadi korban kebakaran sudah terdata serta pihaknya sudah mendirikan posko bantuan.

BACA  Kakak Adik Pelaku Pembunuhan, Dibekuk Jajaran Polsek Kertapati di Banyuasin

“Kita sudah mendirikan posko untuk bantuan yang masuk sehingga bisa disalurkan kepada korban kebakaran yang terjadi hingga saat ini bantuan terus berdatangan,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu warga, Jumana (29) menuturkan, bahwa saat kejadian hendak mencuci piring. “Saya saat kejadian hendak mencuci piring tapi mendengar teriakan anak saya, kami langsung keluar dan melihat api sudah membesar,” bebernya.

Akibatnya ia tidak sempat menyelamatkan barang berharga hanya bisa menyelamatkan anaknya dan pakaian yang dipakai saja. “Saya belum sempat menyelamatkan barang berharga, tapi yang utama menyelamatkan anak saya terlebih dahulu,” ungkapnya. (Ndre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.