UIN Raden Fatah Palembang Tempat Digelarnya Forum Ekonomi Regional Sumatera 2026

Berita10 Dilihat

PALEMBANG|Pencanangnews.com–Forum Ekonomi Regional Sumatera 2026 resmi digelar di Auditorium Perpustakaan UIN Raden Fatah Palembang, Senin (20/4/2026). Mengusung tema “Ekonomi Syariah sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi Regional”, kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam memperkuat peran ekonomi berbasis syariah di Sumatera.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam forum tersebut, di antaranya Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar, perwakilan Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Basyaruddin Akhmad, M.Sc., serta perwakilan Wali Kota Palembang, Plt. Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Kgs. Sulaiman Amin. Hadir pula Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumsel Henky Putrawan, S.Pt., M.Si., MM, serta jajaran akademisi dari berbagai perguruan tinggi.

Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Muhammad Adil, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas terselenggaranya forum tersebut di Palembang. Ia menegaskan bahwa forum ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di berbagai zona di Indonesia.

BACA  Kapolrestabes Kombes Harryo Ungkapkan Rasa Bangga Usai Disambangi Kapolda Sumsel

“Forum ini tidak hanya digelar di Palembang, tetapi juga di daerah lain sesuai pembagian zona. Untuk wilayah Sumatera, dimulai dari Palembang, sehingga kota ini menjadi pilihan yang tepat,” ujarnya.

Menurutnya, pemilihan Palembang sebagai tuan rumah didasarkan pada potensi ekonomi syariah yang telah berkembang sejak lama di kota tersebut. Berbagai produk dan aktivitas ekonomi berbasis syariah dinilai cukup signifikan, sehingga selaras dengan tema yang diangkat dalam forum.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi regional. Hal tersebut disampaikan oleh Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Provinsi Sumsel, Basyaruddin Akhmad.

Ia menjelaskan bahwa ekonomi syariah mencakup berbagai sektor, mulai dari perbankan, investasi, industri halal, perdagangan, hingga kewirausahaan berbasis syariah. Luasnya cakupan tersebut membuka peluang besar bagi penguatan ekonomi domestik.
“Ekonomi syariah tidak hanya terbatas pada sektor keuangan, tetapi mencakup seluruh aktivitas ekonomi, termasuk industri halal dan kewirausahaan berbasis syariah,” ungkapnya.

BACA  Walikota Bersama Dirjen Imigrasi Teken MoU Pembentukan UKK Imigrasi di Lubuklinggau

Menurutnya, peningkatan permintaan terhadap produk halal, baik di pasar domestik maupun global, menjadi peluang strategis yang harus dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi dan integrasi antara pemerintah, pelaku usaha, serta pelaku UMKM.

“Ekonomi syariah sebagai motor pertumbuhan ekonomi regional memerlukan kolaborasi dan integrasi. Di sinilah peran pemerintah provinsi untuk mengorkestrasi seluruh potensi yang ada,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa potensi ekonomi syariah akan terus berkembang seiring besarnya pasar domestik Indonesia serta meningkatnya permintaan global. Kondisi ini diyakini mampu membuka peluang usaha yang lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.

“Kinerja positif ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku UMKM guna mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang berkelanjutan di wilayah Sumatera, khususnya di Sumatera Selatan. (dewa)