Universitas PGRI Palembang Laksanakan PKKMB Kepada 1776 Mahasiswa Baru

Berita892 Dilihat

PALEMBANG|PencanangNews.com- Menyambut Mahasiswa/mahasiswi baru sekitar 1776 Mahasiswa menjalankan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas PGRI Palembang, Tahun 2023 – 2024, Rabu (13/9/2023) di lapangan Gedung Business and Science Center (BSC).

Dalam kegiatan ini, memberikan sambutan sekaligus membuka PKKMB dari Ketua Provinsi PGRI Sumsel selaku pembina, H Ahmad Zulinto S.pd MM.

 

Juga hadir memberikan sambutan, Ketua BPH PB PGRI pada UPGRIP, Dr hj Meilia Rosani SH MH, Rektor Universitas PGRI Palembang, Assoc Prof Dr H Bukman Lian MM MSI Ciqar, Ketua PKKMB, Assoc Prof Drs Sukardi MPD.

Dalam acara ini mahasiswa juga diberikan pengenalan tentang perguruan tinggi di era globalisasi, revolusi industry dan society dari Assoc Prof dr Dessy Wardiah, Etika bermedia sosial dari kominfo Sumsel, dan membentuk karakter mahasiswa yang intelektual, anti kekerasan seksual dari dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak pemberdayaan masyarakat Kota Palembang, Laily Maulidya S.Stp.Msi.

Pencegahan dan penanggulangan Intoleransi, Radikalisme, Terorisme, Narkoba dan Paham – paham yang bertentangan dengan ideologi negara oleh Polda Sumsel. Serta bela negara pemahaman hak dan kewajiban dalam upaya bela negara dari Kodam II Sriwijaya, Letkol inf Erwinsyah. Informasi organisasi kemahasiswaan dari MPM, BEM dan Ormawa, lalu penyerahan peserta PKKMB ke Fakultas masing – masing.

BACA  Efran Sebut IWO Sumsel Akan Menjadi Tuan Rumah Mubes II IWO 2023

Rektor Universitas PGRI Palembang, Assoc Prof Dr H Bukman Lian MM MSI Ciqar mengatakan, kegiatan PKKMB ini untuk mahasiswa strata 1 dengan jumlah 1776 orang yang daftar mengikuti PKKMB. “Dari total S1 dan S2 ada 1908 orang sampai dengan hari kemarin, dan S2 tidak mengikuti PKKMB. Dan kegiatan ini digelar selama 2 hari, mulai hari ini dan besok,” ujarnya.

Lanjut Prof Dr H Bukman mengatakan, sudah ada mahasiswa yang berangkat ke Jakarta untuk menyelesaikan visa akhir untuk berangkat ke Jerman. “Supaya berangkat ke Jerman betul – betul terkoneksi dengan baik, mulai dari yang memberangkatkan, perjalanan, sampai penerima di Jerman, menempatkan di Jerman, bekerja dan magang di Jerman, sampai akhirnya kembali ke Indonesia ke Kampus PGRI Palembang untuk menyelesaikan kuliah sampai tamat/selesai,” jelasnya.

Di katakan Prof Dr H Bukman menjelaskan, selama dua hari PKKMB ini juga memberikan pembekalan karena dari ribuan yang mengikuti ini ada yang ikut magang ke Jerman. “Selain PKKMB juga kita berikan pembekalan magang, baik magang di daerah, provinsi, kota, Indonesia bahkan Internasional,” katanya.

Selain itu, sambung Prof Dr H Bukman
mengatakan, PGRI Palembang telah menandatangani nota kesepahaman bersama dengan Bupati Banyuasin.

“Didalam nota kesepahaman itu, saatnya universitas PGRI Palembang membuka dan diizinkan untuk melakukan pembukaan fakultas kedokteran program studi kedokteran. Disana menyiapkan fasilitas rumah sakit untuk tempat praktek mahasiswa, dan menyiapkan lahan 1 hektar dalam lingkungan rumah sakit untuk dijadikan gedung tempat mahasiswa fakultas kedokteran belajar dan praktek di rumah sakit, jadi satu kawasan,” ungkapnya.

BACA  Musrembang Utamakan Program Prioritas Bupati Musirawas, Serta Singkron Dengan Provinsi Dan Nasional

Lanjutnya, Bupati Banyuasin juga menyiapkan tanah 10 hektar untuk pengembangan Kampus Universitas PGRI Palembang sebagai Kampus Banyuasin.

“Mohon doa restu pengembangan ini ke depan jauh lebih baik dan sempurna,” tutupnya.

Ditanya giat PGRI Palembang menghindari kekerasan terhadap anak mahasiswa baru, Prof Dr H Bukman mengatakan, pihaknya telah memberikan materi kepada mahasiswa baru tentang kekerasan dari Polda Sumsel, Polrestabes Palembang, dan pemberdayaan perempuan dan anak.

Lalu keluarnya peraturan menteri melarang dan tidak diperkenankan adanya kekerasan dan perpeloncoan di Kampus saat PKKMB dan sudah melakukan rapat dengan pimpinan universitas dan fakultas serta dosen dan organisasi mahasiswa.

“Intinya ini pengenalan kampus bukan perpeloncoan jadi dilarang keras untuk terjadinya hal – hal yang tidak diinginkan,” tukasnya.

Langkah kedua, dilakukan pengelompokan dan diawasi mahasiswa senior dan dosen dari masing – masing fakultas. “Ada panitia umum, pengawas khusus mahasiswa wakil rektor III,” tutupny. (Ndre)