Berita1030 Dilihat

anto narasoma
*LIMIT TERAKHIR DALAM SAJAKMU*
(kepada Hendri TM)

tiba waktunya kau tumbang, ketika sosokmu lebur
menjadi nada-nada
kenangan dalam muatan
sajakmu

maka ketika kau
bicara dalam waktu, senyum itu tercatat
di antara sajak yang kau
perjuangkan pada
lembaran antologi
kematian

o sajak yang kau baca
seperti dialog kemarin,
ketika pertemuan
laut dan pantai itu menetapkan ajal sesaat
dalam persahabatan kita

BACA  KADIN Palembang Optimis Berikan Kontribusi Untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional Sebesar 8 Persen

meski jarak usia
tak berjauhan pada tanggal di almanak,
namun kehadiranmu
dalam tiap langkah
telah menetapkan
keberadaanmu di dunia
sastra

kini daya ucapmu
begitu jauh,
karena langkahmu terputus di garis ajal
maka jejak itu pun menuntun langkah terakhir,
hingga melupakan jejak kehadiranmu

BACA  Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Palembang Resmi Dilantik dengan Masa Bhakti 2024-2029

maka di buku inilah
cengkrama kita,
yang menebarkan senyum setelah
sesosok makam
memelukmu
di antara kalimat terakhir
yang bertabur kata-kata

27 Februari 2023