Ancaman Karhutla Meningkat, Sumsel Percepat Status Siaga di Daerah Rawan

Berita, Palembang22 Dilihat

PALEMBANG | Pencanangnews.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mulai memperketat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026. Hal ini ditandai dengan rapat pemantapan simulasi karhutla yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel di Palembang, Senin (20/4/2026).

Rapat tersebut dipimpin langsung Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumsel, Muhammad Iqbal Alisyahbana. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya percepatan penetapan status siaga darurat, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, terutama di wilayah yang rawan kebakaran.

Iqbal mengungkapkan, berdasarkan data terbaru, jumlah titik panas (hotspot) di Sumsel terus mengalami peningkatan. Sejak Januari hingga April 2026, tercatat lebih dari 700 hotspot, dengan konsentrasi tertinggi berada di Kabupaten Musi Rawas Utara yang mencapai sekitar 125 titik. Selain itu, wilayah Muara Enim dan sejumlah kabupaten lain juga menunjukkan tren peningkatan.

BACA  Terima Hibah Google, Beritamusi.co.id Gelar Training Cek Fakta

“Dari total keseluruhan, hotspot sudah mencapai lebih dari 800 titik. Ini menjadi perhatian serius bagi kita semua agar langkah antisipasi dilakukan lebih dini,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan, berdasarkan paparan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sumatera Selatan diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026, dengan puncaknya terjadi pada Agustus hingga September. Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan secara signifikan.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Sumsel bersama pemangku kepentingan sepakat menggelar apel siaga karhutla yang akan dilanjutkan dengan rapat koordinasi nasional. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29 April 2026 di Griya Agung, Palembang.

BACA  Hindari Wabah DBD, Babinsa Koramil 421-03/PNH Dan Puskemas Lakukan Fooging

Rencananya, apel kesiapsiagaan personel dan peralatan karhutla itu akan dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam) bersama jajaran terkait.

“Apel ini menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi ancaman karhutla, khususnya di Sumatera Selatan,” ujar Iqbal.

Pemerintah berharap seluruh daerah dapat bergerak cepat dan sinergis dalam melakukan pencegahan, sehingga kejadian karhutla besar seperti tahun-tahun sebelumnya dapat dihindari.

(HA)