Gelar RUPST dan Public Expose, UNIQ Bagikan Deviden

Bisnis49 Dilihat

PALEMBANG|Pencanangnews.com-PT Ulima Nitra Tbk atau yang dikenal dengan nama emiten UNIQ menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2024 dan Public Expose di Hotel 101 Palembang, Sumatera Selatan pada hari Rabu (26/6/2024).

Hadir dalam kegiatan ini antara lain Komisaris Utama UNIQ Mertje Tjokro kemudian Komisaris Independen Supandi Widi Siswanto.

Dari jajaran Direksi turut hadir Direktur Utama UNIQ, Burhan Tjokro serta Ulung Wijaya. Selain jajaran direksi dan dewan komisaris turut hadir juga para mitra dan pemegang saham UNIQ.

Perjalanan bisnis UNIQ dimulai pada tanggal 25 Agustus 1992 yang bergerak di bidang jasa sewa alat berat serta kontraktor penambangan dan pada tahun 2021 UNIQ akhirnya melantai dibursa sebagai salah 1 dari 3 perusahaan yang berasal dari Sumatera Selatan yang berhasil go public.

BACA  Koperasi Merupakan Salah Satu Unsur Penting Perekonomian di Sumsel

Pada tahun 2023, UNIQ membukukan penjualan sebesar Rp. 571,54 miliar, meningkat sebesar 34,5% dari tahun 2022. Sejalan dengan meningkatnya penjualan, laba komprehensif tahun berjalan juga meningkat sebesar 91,9% menjadi Rp. 42,28 miliar di tahun 2023, dengan kenaikan penjualan dan laba komprehensif ini UNIQ akan melakukan pembagian dividen pada tahun ini sebesar 29,55% dari laba bersih tahun 2023.

Melalui Public Expose nya tahun ini UNIQ juga memaparkan strategi Perusahaan untuk menghadapi tantangan fluktuasi harga Batubara yang masih tidak menentu.

BACA  Ternyata, Bunga Telang Bisa Meningkatkan Imun Tubuh dan Cegah Penularan Covid -19

UNIQ mulai berencana melakukan diversifikasi portofolio bisnis dari yang sebelumnya di bidang jasa sewa alat berat dan kontraktor penambangan ke bisnis perkebunan kelapa sawit. Sesuai dengan paparan dari Aidan Adriansyah selaku Deputy Strategic and Development Officer UNIQ

Perusahaan saat ini sedang mendalami untuk melakukan rencana strategi diversifikasi bisnis, akan tetapi Aidan menambahkan bahwa semua ini masih dalam penjajakan awal, dan masih perlu pertimbangan dan perhitungan yang matang dari Perusahaan untuk menambahkan diversifikasi bisnis kelapa sawit ke portofolio bisnis Perusahaan. (*)