PALEMBANG | Pencanangnews.com, (7/10/2026) — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Selatan menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Sumsel. Aksi ini dilakukan untuk menuntut penanganan serius atas permasalahan kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang masih menyelimuti wilayah Sumsel, khususnya Kota Palembang.
Meski massa aksi berjumlah sekitar 200 orang, demonstrasi terpantau berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif berkat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.
Tuntutan dan Evaluasi dari IMM Sumsel
Ketua Umum DPD IMM Sumsel, Muhammad Wahyu Nugraha, menjelaskan bahwa kehadiran mereka di kantor gubernur adalah untuk menyuarakan keresahan masyarakat Sumsel yang hari ini tengah dilanda darurat kabut asap.
“Hari ini kami dari segenap Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah menyampaikan tuntutan-tuntutan terkait kondisi Provinsi Sumatera Selatan yang dilanda kabut asap,” ujar Wahyu Nugraha.
Adapun beberapa poin utama tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut meliputi:
Pencopotan Kepala BPBD: IMM Sumsel secara tegas meminta Gubernur untuk mencopot Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel karena dinilai gagal dalam mitigasi bencana Karhutla di wilayah tersebut.
Posko Kesehatan: Meminta pihak Dinas Kesehatan dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel untuk membuka posko-posko kesehatan bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh kabut asap.
Tenggat Waktu 1 Pekan: Pihak mahasiswa memberikan ultimatum atau tenggat waktu selama satu minggu kepada Pemprov Sumsel untuk menindaklanjuti tuntutan ini. Jika tidak diindahkan, IMM Sumsel mengancam akan kembali turun ke jalan.
Meski demikian, Wahyu mengapresiasi pihak perwakilan Pemprov Sumsel yang telah menyambut kedatangan mereka serta menyikapi aspirasi ini secara positif dengan memberikan ruang dialog selama satu minggu. Mereka juga mengapresiasi langkah sigap dari TNI dan Polri dalam upaya pemadaman Karhutla di lapangan.
Pengamanan dan Tanggapan Pihak Kepolisian
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H., yang turut mengawal jalannya aksi menyampaikan bahwa seluruh aspirasi mahasiswa telah diterima dengan baik oleh perwakilan Pemprov Sumsel (Asisten I).
“Seluruh aspirasi telah diterima oleh perwakilan Bapak Gubernur, yaitu Bapak Asisten I, dan tentunya ini menjadi momentum yang baik bagi kita semua tentang penyampaian pendapat di muka umum yang tetap santun, tertib, dan berkomitmen menjaga keamanan,” ungkap Kombes Pol Sonny.
Dalam mengamankan rangkaian aksi unjuk rasa yang kerap terjadi dalam sepekan terakhir, pihak kepolisian mengerahkan sekitar 400 personel gabungan. Pengamanan ini disesuaikan dan disetarakan dengan kegiatan masyarakat lainnya serta mendapat dukungan penuh dari personel Polda Sumsel, Direktorat Samapta, hingga Satuan Brimob Polda Sumsel.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa agar senantiasa mematuhi aturan perundang-undangan yang berlaku saat menyampaikan aspirasi di muka umum, demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di Kota Palembang.
(HA)






