Ditres Narkoba Polda Sumsel Gagalkan Peredaran 25 Kilogram Sabu

Kriminal157 Dilihat

PALEMBANG|PencanangNews.co.id— Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) gagalkan peredaran Narkoba jenis sabu sebesar 25 Kilogram,dan telah menyelamatkan 125 ribu anak muda di Sumsel.

Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Rudi Setiawan disampingi Kabid Humas, Kombes Pol Supriadi menuturkan, ini merupakan ungkap kasus dengan barang bukti terbesar di 2021 ini.

“Kita memberikan apresiasi kepada anggota Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sumsel berhasil mengungkap kasus ini dan berhasil menyelamatkan generasi muda dari jeratan barang haram ini,” ujarnya, Kamis (11/2/2021)

Sementara itu, Direktur Ditresnarkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Heri Istu Hariono mengatakan, bahwa penangkapan pelaku berawal dari informasi masyarakat adanya barang turun dari Aceh ke Palembang melalui jalur darat lintas Sumatera.

BACA  Heboh, Warga Temukan Sesosok Mayat Pria di Kawasan Pulau Kemaro

“Selama dua pekan kita melakukan pemantauan terhadap pelaku Taufik alias Opik (47) sehingga pada 10 Februari 2021 sekitar pukul 16.15 WIB menangkap pelaku di pinggir jalan dekat simpang jalan lintas, Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Muba, ” katanya.

Dari tangan pelaku diamankan 25 Kg sabu bertuliskan Chinese Guanyinwang dan satu unit mobil Mitsubishi Pajero Sport nopol BG 1527 P. “Kemudian langsung kita bawa ke Mapolda untuk dilakukan pengembangan dan dimintai keterangannya, ” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, dari hasil keterangan pelaku ini bahwa barang berasal dari Aceh dan akan di kirim ke Linggau. “Pelaku ini diduga merupakan seorang bandar dari Pali dan hendak mengantarkan barang dari Aceh ke Linggau, ” tambahnya.

BACA  Diduga Jadi Otak Penodongan di Ampera, Aldi Dihadiahi Polisi Timah Panas

Oleh karena itu pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait hal itu agar bisa memberantas peredaran narkoba di daerah Sumsel.

“Pelaku kita ancam dengan primer pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009,” aku dia.

Sementara itu, pelaku Opik mengaku bahwa ia di upah Rp 15 juta untuk mengantarkan barang dari Aceh ke daerah Lubuklinggau. “Saya baru satu kali ini mengantarkan barang ini ke Linggau yang saya simpan dalam kadus di mobil saya, ” tutupnya. (Ndre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.