GAPENSI Minta Pemerintah Perkuat Dana Daerah untuk Infrastruktur, Musda XII Sumsel Soroti Profesionalisme Konstruksi

Berita, Palembang109 Dilihat

Palembang | Pencanangnews.com – Persoalan anggaran daerah dan profesionalisme kontraktor menjadi sorotan utama dalam Musyawarah Daerah (Musda) XII BPD GAPENSI Sumatera Selatan yang digelar di Hotel Salatin, Jumat (13/02/2026). Forum lima tahunan ini menjadi ajang konsolidasi dan penegasan posisi GAPENSI dalam peta pembangunan infrastruktur nasional.

Ketua Umum Andi Rukman N. Karumpa menegaskan pentingnya peningkatan dana transfer pusat ke daerah, yang menurutnya menjadi kunci pemerataan pembangunan dan penguatan layanan publik. Ia mengingatkan bahwa pemerintah daerah akan sulit mengeksekusi program prioritas tanpa dukungan fiskal yang cukup.

“Tanpa anggaran memadai, daerah tidak dapat menentukan prioritas pembangunan. Kami mendesak pemerintah pusat memperkuat dana transfer untuk mendukung layanan publik dan pemberdayaan UMKM konstruksi,” tegasnya.

BACA  Naik Jadi Jenderal Bintang Satu, Mantan Kapolrestabes Palembang Harryo Sugihhartono Resmi Jabat Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II di Sespim Lemdiklat Polri

Andi Rukman juga menyoroti implementasi Perpres 46/2023 dan Permen PUPR Nomor 06 Tahun 2025, yang memberikan ruang lebih besar bagi pelaku usaha kecil konstruksi. Namun ia menekankan bahwa peningkatan akses harus diikuti peningkatan standar mutu pekerjaan.

“Kontrak yang diberikan adalah amanah. Kualitas tidak bisa dinegosiasikan. Profesionalisme adalah harga mati,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BPD GAPENSI Sumsel, Mayumi Itsuwa B.A, menyebut bahwa Musda XII menjadi momentum penting untuk memilih nakhoda organisasi yang mampu membawa GAPENSI lebih adaptif terhadap perubahan zaman, khususnya dalam era digital.

“Digitalisasi adalah kebutuhan, bukan pilihan. GAPENSI harus memastikan semua anggota siap memasuki ekosistem konstruksi modern yang berbasis teknologi,” katanya.

BACA  Diduga Menyuap Wartawan, Ini Yang Terjadi di BSB Pendopo PALI

Mayumi juga menekankan vitalnya Sertifikasi Badan Usaha (SBU) sebagai instrumen peningkatan kredibilitas dan daya saing perusahaan konstruksi. Ia mengajak seluruh anggota untuk menghidupkan perusahaan masing-masing dan memperluas sinergi dengan pemerintah, akademisi, dan pelaku industri terkait.

Saat ini GAPENSI Sumsel menaungi sekitar 500 perusahaan, meski sejumlah cabang masih dalam tahap reaktivasi pasca terpukul pandemi COVID-19.

“Pandemi sempat menghentikan banyak aktivitas konstruksi. Tetapi organisasi perlahan bangkit, dan Musda ini menjadi titik konsolidasi untuk memperkuat struktur GAPENSI di daerah,” tambahnya.

Musda XII diharapkan menghasilkan kepemimpinan yang solid dan mampu mengawal peningkatan kualitas layanan infrastruktur, sekaligus mempertegas peran GAPENSI dalam mendorong pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan.

(Hanny)