Nostalgia Jadi Senjata, The Robin Rilis Ulang Lagu Lama dengan Kualitas Lebih Matang

Berita, Palembang57 Dilihat

PALEMBANG | Pencanangnews.com  — Setelah sempat tenggelam dari peredaran musik Tanah Air, grup band asal Sumatera Selatan, The Robin, kini kembali menunjukkan eksistensinya. Dengan formasi baru yang lebih ramping, band ini memilih bangkit lewat jalur digital dan pembaruan karya-karya lama.

Kini hanya diperkuat tiga personel inti—Yoga Nugraha, Andika, dan Derga Karenza—The Robin mencoba menata ulang perjalanan musik mereka yang sempat terhenti. Dari lima personel, dua lainnya tetap diakui sebagai bagian keluarga besar band meski tidak lagi aktif bersama di panggung.

Band yang berakar dari aktivitas kampus di Universitas Sriwijaya (Unsri) sekitar dua dekade lalu ini membawa semangat nostalgia sekaligus pembaruan. Lagu-lagu lama yang pernah mereka rilis, kini dihidupkan kembali dengan aransemen yang lebih segar dan kualitas produksi yang lebih matang.

“Dulu kami merasa karya yang dirilis belum maksimal. Sekarang justru terasa lebih hidup saat direkam ulang. Ini seperti kesempatan kedua untuk menyempurnakan apa yang dulu belum sempat kami capai,” ujar Yoga Nugraha dalam pertemuan dengan awak media di Palembang.

BACA  Ketua Organda DPC Muara Enim Soroti Angkutan Batubara Melebihi Kapasitas

Salah satu lagu mereka yang sempat populer di radio lokal, “Merelakan dengan Pria Lain,” kini kembali dirilis dan telah tersedia di berbagai platform digital seperti Spotify, YouTube, hingga Apple Music. Langkah ini menjadi bagian dari strategi mereka untuk menjangkau pendengar generasi baru.

Di tengah perubahan industri musik yang semakin digital, The Robin memilih untuk beradaptasi tanpa meninggalkan identitas mereka sebagai band pop alternatif. Dalam formasi saat ini, Yoga berperan sebagai keyboardis sekaligus pencipta lagu, Andika sebagai vokalis utama, dan Derga mengisi posisi vokal serta bass.

“Kami tidak hanya ingin nostalgia, tapi benar-benar kembali bersaing. Industri musik terus bergerak, dan kami ingin jadi bagian dari itu lagi,” tegas Derga.

Band yang resmi berdiri pada 2007 di kawasan Hang Jebat, Palembang, ini juga membawa filosofi sederhana melalui namanya—“The Robin”—yang diartikan sebagai pembawa kabar baik. Harapan itu kini kembali dihidupkan seiring langkah mereka menapaki babak baru.

BACA  Unity part V SMA N 8 Palembang Kembali Digelar, Jadi Ajang Salurkan Bakat Siswa

Andika menambahkan, kebersamaan yang terjalin kembali setelah sekian lama menjadi energi tersendiri bagi mereka untuk terus berkarya.

“Kami pernah berhenti, tapi bukan berarti selesai. Sekarang kami kembali dengan visi yang sama: berkarya lebih baik dan menjangkau lebih luas,” katanya.

Menariknya, di tengah maraknya penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam industri musik, The Robin justru menegaskan nilai penting sentuhan manusia dalam berkarya.

“Teknologi bisa membantu, tapi musik yang dibuat dengan rasa dan pengalaman tetap punya jiwa. Itu yang tidak bisa digantikan,” tutup Derga.

Dengan semangat baru dan pendekatan yang lebih modern, The Robin optimistis dapat kembali meramaikan industri musik nasional, sekaligus menghidupkan kembali gairah band lokal dari Sumatera Selatan.

(Hanny)