Yan : Kita Mampu Bangun Pabrik Permen Kopiko

Industri113 Dilihat

PALEMBANG|PencanangNews.com- Kawasan Sumatera Selatan mampu membangun pabrik permen kopiko. Sebab ada tiga daerah potensial yang mampu menyediakan bahan baku kopi arabika atau robusta.

Kepala Bidang Perindustrian Kamar Dagang Indonesia Sumatera Selatan (Kadin Sumsel) Ishak Yulian Yusuf SE MBA, mengatakan bahwa keyakinan itu didukung dengan kekayaan sumber daya alam yang ada.

“Kalau kita melihat sumber daya alam di Pagaralam, Lahat, dan Semendo, memiliki tanaman kopi yang berlimpah. Jadi saya berharap agar pihak pemerintah bisa membangkitkan semangat warga setempat, agar merrka punya keinginan besar untuk membangun pabrik permen kopiko,” ujar Ishak Yulian Yusuf yang akrab disapa Yan Najib, Sabtu (5/8/2023).

Menurut dia, selain memiliki kekayaan bahan baku, kata Yan, proses transportasi di Sumatera Selatan saat ini sudah sangat mendukung.

Karena itu, katanya, tak ada kata yang tak mungkin apabila pabrik permen kopiko tersebut dibuka di Sumatera Selatan.

“Jika warga Sumsel memberi kesempatan kepada saya untuk berkiprah di daerah ini, saya orang pertama yang akan mendukung sepenuhnya lounching pabrik itu,” ujar Yan.

Membangun pabrik permen kopiko di Sumsel, katanya, sangat potensial untuk menggeliatkan ekonomi daerah. Selain bisa mengembangkan ekonomi rakyat, potensinya bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)

BACA  Terkait Izin Tambang di Muara Enim, Novriansah Regan: Harus Dibentuk Satker Agar Mudah Mencegah dan Mengawasinya

Selain itu, Yan Najib akan berusaha keras untuk memberdayakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Eksistensi mereka itu, katanya, perlu dilakukan pengembangan dari sejak awal produksi hingga ke tangan pembeli.

Terkait pemberdayaan itu, Yan Najib, mengatakan bahwa pemerintah dalam hal ini Dinas Perindustrian Sumsel dan Dinas Kebudayaan serta Pariwisata Sumsel wajib memberdayakan pelaku UMKM tersebut.

“Kita tidak cukup memberikan sejumlah modal kepada mereka saja, namun upaya lanjutan yang dilakukan adalah mencari sejumlah mata pembeli bagi usaha mereka,” ujarnya

Bagi pengusaha UMKM yang ada di berbagai daerah, katanya, tak cukup hanya berkutat dengan pinjaman sejumlah uang bagi usaha mereka, namun tindak lanjut dari pengembangan usaha mereka.

Misalnya, kata Yan Najib, selain menetapkan kawasan penjualan barang dagangan mereka, pemerintah harus membantu membuka ruang luas bagi pembeli untuk mengetahui produk yang mereka jual. “Setidaknya mampu mempromosikan usaha UMKM tersebut,” ujarnya.

Menurut Yan Najib, ada dua hal penting yang perlu dilakukan. Pertama, buka even pameran di hotel-hotel, gedung di tengah perkotaan, atau di tempat potensial, seperti di supermarket.

Selain memamerkan produk usaha para pelaku UMKM, adakan materi pendamping pameran lain, seperti produk seni lukis, atau musik. “Ini sangat menarik. Selain orang akan melihat-lihat produk mereka, pada pameran itu dapat memberikan suasana hiburan segar,” tukas Yan Najib.

BACA  Pelatihan Laquer Merupakan Kerajinan Khas Kota Palembang

Pameran produk dan festival seni yang digelar, katanya, merupakan satu metode yang dapat memberikan wawasan luas bagi pelaku UMKM.

Dengan diadakannya program pameran produk dan ajang festival, paling tidak pelaku UMKM bisa mengenal vendor-vendor baru, atau kompetitor bisnis mereka. “Ini penting,” kata Yan Najib.

Sebagai pebisnis SPBU dan bengkel otomotif yang cukup lama berbisnis dan menggali ilmu di Amerika, Yan Najib mengatakan bahwa, lewat even tersebut, pelaku UMKM bisa mendapatkan calon pembeli yang setia.

Terkait masalah ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel perlu mendamping pelaku UMKM untuk membuka ruang pameran dan festival yang disesuaikan dengan produk mereka.

Sebagai Kepala Bidang Perindustrian Kadin Sumsel, kata Yan Najib, ia juga siap mendampingi pelaku UMKM dan membantu Disbudpar Sumsel membuka ajang pameran dan festival terkait produk mereka.

Sebagai pebisnis di lingkungan otomotif dan pembalap kendaraan roda dua dan empat, Yan Najib, siap terjun ke lapangan jika ada usaha untuk menggelar even pameran dan ajang festival yang dIsesuaikan dengan produk barang pelaku UMKM. (*)

Laporan Anto Narasoma