Mis X Mengapung Ditemukan di Perairan Sungai Musi Tangga Takat Ternyata Bernama Ira Safitri

Berita12 Dilihat

PALEMBANG|Pencanangnews.com-Setelah dilakukan Indetifikasi Mis X yang ditemukan mengapung di pinggir perairan sungai Musi tepat di Kelurahan Tangga Takat Kecamatan SU II, Palembang, ternyata diketahui bernama Ira Safitri berumur 34 tahun.

Hal ini terungkap setelah sebelumnya Astahwila, Kades Desa Sungai Kedukan melaporkan orang hilang kepada tim SAR pada Sabtu, 04 Juli 2026, sekitar pukul 17.50. Dimana korban yang mengalami ganguan kejiwaan (ODGJ), mandi disungai dan tenggelam.

Selanjutnya warga melakukan pencarian di sungai hingga di laporkan korban masih dalam pencarian. “Jadi benar korban yang awalnya Mis X bernama Ira Safitri. Yang sebelumnya dilaporkan hilang di Sungai Komering Desa Sungai Pinang,” Ungkap Pamapta Polrestabes Palembang Ipda Hendra Yuswoyo.

BACA  Legalitas Dalam Usaha Demi Keselamatan

Lanjutnya, hingga kini korban sudah diserahkan ke keluarganya, untuk dimakamkan, ” Menurut keterangan yang didapat korban merupakan ODGJ, dan hingga kini sudah diserahkan kepada keluarganya, ‘ tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Warga pinggiran perairan Sungai Musi tepatnya di Kelurahan Tangga Takat Kecamatan SU II, Palembang digegerkan dengan penemuan sesosok mayat seorang perempuan Mis X yang mengapung, Senin (6/7/2026) sekitar pukul 09.00.

Dari informasi yang dihimpun, dimana mayat Mis X ini pertama kali ditemukan oleh Tarmizi (37), berawal saat saksi sebelumnya sedang berada di atas Kapal Tongkang Pasir merek Mitra Musi 05 yang sedang mengapung-apung di perairan Sungai Musi sambil menunggu antrian bongkar muatan.

” Tadi saya sedang di atas kapal pak, hendak menunggu antrian bongkar muatan, ” ucap Tarmizi.

BACA  Hari Pertama Puncak KTT G20, PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman

Lalu, tiba-tiba saksi melihat ada seorang yang terlihat mengapung di dekat kapal tongkang tersebut dalam keadaan tertelungkup. Karena panik, kemudian saksi menghubungi pihak kepolisian perairan perihal penemuan Jenazah tersebut.

“Saya panik pak dan langsung menghubungi pihak kepolisian untik mengevakuasi korban, ” Ungkapnya.

Selanjutnya unit gakkum satpol air Polrestabes Palembang menghubungi piket spkt, piket iden dan piket reskrim, dari informasi tersebut pamapta, piket inafis dan piket reskrim menuju TKP (tempat kejadian perkara).

Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. (min)