Akhir Dari Lembaga Kepolisian: Sebuah Renungan

Kriminal822 Dilihat


PALEMBANG|PencanangNews.Co.Id-Oleh :KOMPOL. SURYADI, SIK, M.H. (Serdik Sespimmen Dikreg Ke – 61 Tahun 2021)Dalam sebuah buku yang ditulis oleh Alex S. Vitale, Profesor di bidang sosiologi dari Brooklyn College ini secara terang-terangan hendak menggugat fungsi Kepolisian secara fundamental. Dalam bukunya, “The End of Policing”, Vitale berargumen bahwa peran Kepolisian yang awalnya sebagai alat kontrol sosial, namun dewasa ini kian mengalami disfungsi.

Di dalam buku yang telah dirilis pada tahun 2017 yang lalu ini, Vitale menilai bahwa Kepolisian terus mendapati sorotan tajam dari publik, dimulai dari kasus meninggalnya Michael Brown, seorang warga kulit hitam oleh aparat Kepolisian, yang memicu gelombang protes besar di Amerika, kemudian semakin tidak kompatibelnya Institusi ini terhadap sistem demokrasi disebabkan kegagalan mereka di dalam melakukan reformasi secara menyeluruh mengenai kaidah nilai profesionalisme, akuntabilitas dan responsibilitas yang semakin absurd.

Sementara itu, dengan ulasan yang lebih dramatis lagi, artikel yang ditulis di website computer weekly, Sebastian Klovig Skelton, seorang reporter senior, mengungkapkan sebuah fakta yang teramat menarik. Menurutnya, kejahatan di Inggris dan di Wales, telah mengalami penurunan yang teramat drastis semenjak tahun 1995 sebesar 70%, termasuk kejahatan dengan kekerasan sebesar 72%, dan kejahatan pencurian sebesar 74%.

BACA  Dagang Sabu, Ferdiyansa Diamankan Polisi

Dalam tulisannya itu, Skelton menganalisis bahwa salah satu yang berkontribusi atas semakin terkikisnya kejahatan konvensional di Inggris dan Wales itu, salah satunya dikarenakan munculnya teknologi internet, yang mendisrupsi kehidupan umat manusia secara total, sehingga hampir sebagian dimensi kehidupan kita itu, amat sangat bergantung dengan teknologi internet tersebut.

Menurut Skelton, internet telah menciptakan ruang interaksi baru antar umat manusia, sehingga sekaligus juga menciptakan sebuah ruang dimensi baru juga untuk jenis kejahatan yang mutakhir, yakni kejahatan pada dunia digital.

Kejahatan pada dunia digital ini, dianggap memiliki kontribusi besar di dalam merubah lanskap kriminalitas, dari yang berorientasi kepada ruang konvensional, menuju ke arah ruang digital. Hal ini tentu mendorong agar Institusi Kepolisian turut pula memperbarui orientasi tugas dan pekerjaannya, sehingga memastikan bahwa properti kita, terlebih yang berada di ruang digital, untuk mendapatkan jaminan keamanan juga dari institusi yang berwenang.

Skelton menambahkan bahwa, menurut penelitian dari Crime Survey for England and Wales (CSEW), telah terjadi peningkatan yang signifikan terhadap kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur, dengan motif semakin mudahnya konten-konten pornografi di akses di internet dewasa ini, sehingga peran Kepolisian kian dipertanyakan terhadap fenomena-fenomena yang terus mengalami pembaharuan tersebut.

BACA  Usai Bacok Teman Sendiri, Sambil Acungkan Sajam Pria Ini Ngamuk di Jalanan

FENOMENA DI INDONESIA
Tentu, realitas yang terjadi di Amerika, Inggris dan Wales tersebut, liniear dengan yang disampaikan oleh Alex S. Vitale dalam essaynya di awal tulisan ini, tidaklah serta merta dapat dijadikan rujukan landscape dari institusi Kepolisian di Indonesia.
Prinsipnya, Indonesia bukannya nihil sama sekali kasus Aparat Kepolisian melakukan malfungsi terkait tupoksinya sebagai Kepolisian sebagaimana yang diatur dalam UU Kepolisian. Khususnya, masyarakat yang berada di daerah, tentu akan sangat fasih sekali menceritakan bagaimana tingkah dan perilaku dari aparat Kepolisian ketika menegakkan hukum.

Mulai dari adegan tukar-guling aturan, tebang-pilih hukum, hingga aparat Kepolisian yang terlibat di dalam persekongkolan jahat dengan bandar narkoba-pun ada, hanya saja, bukan berarti aparat yang baik juga tidak ada sama sekali. Ada. Namun memang kaedah, “gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga”, sangat tepat sekali di dalam mendeskripsikan realitas hari ini.
Makanya Kepolisian terus berbenah dan membangun citra yang positif di hadapan masyarakat.

Mulai dari pelayanan yang baik di setiap etalase kantor Polsek, hingga liputan live mengenai aktifitas rutin Kepolisian yang ditampilk. (ril)