PALEMBANG | Pencanangnews.com – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Palembang yang digelar Sabtu malam (18/4/2026) menghadirkan terobosan baru dalam mekanisme pemilihan kepemimpinan. Jika pada periode sebelumnya penentuan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dilakukan melalui voting, kini PKB menerapkan sistem seleksi berbasis uji kelayakan dan kompetensi (UKK).
Perubahan ini merupakan bagian dari strategi partai dalam memperkuat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan kualitas kepemimpinan di tingkat daerah. Pendekatan tersebut dinilai lebih objektif karena menitikberatkan pada kapasitas, integritas, serta kesiapan kader dalam memimpin organisasi.
Wakil Ketua DPP PKB, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari keputusan muktamar partai yang mengedepankan profesionalitas dalam proses kaderisasi.
Menurutnya, Muscab tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga forum strategis untuk merumuskan arah perjuangan partai ke depan. Fokus utama diarahkan pada penguatan soliditas kader, penyusunan strategi politik, serta peningkatan peran partai di tengah masyarakat.
“Penentuan ketua kini melalui uji kelayakan dan kompetensi. Ini untuk memastikan pemimpin yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas dan integritas yang mumpuni,” ujarnya.
Dari hasil Muscab, muncul enam nama kandidat yang akan bersaing memperebutkan kursi Ketua DPC PKB Kota Palembang, yakni Siti Swaipa, Harya, Herman, Subeni, Pandi, dan Yusarla. Seluruh kandidat dijadwalkan mengikuti tahapan UKK dalam waktu dekat di Palembang dengan penilaian langsung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Proses seleksi dirancang secara komprehensif, tidak hanya menilai rekam jejak organisasi, tetapi juga kemampuan kepemimpinan, pengalaman politik, capaian kinerja, hingga pengaruh sosial di tengah masyarakat. Selain itu, aspek kesiapan mental dan psikologis turut menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan kandidat.
Sementara itu, Sekretaris Wilayah DPW PKB Sumatera Selatan, Sutami, mengapresiasi jalannya Muscab yang berlangsung tertib dan kondusif. Ia menilai dinamika yang terjadi mencerminkan kedewasaan politik kader PKB di daerah.
Sutami juga menegaskan bahwa PKB menargetkan capaian politik ambisius di Kota Palembang, yakni meraih minimal delapan kursi di DPRD Kota. Target tersebut menjadi tantangan besar bagi ketua terpilih nantinya.
“Ketua ke depan harus mampu menjaga soliditas kader sekaligus meningkatkan kepercayaan publik. Target delapan kursi adalah fokus utama yang harus dicapai,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya konsep “politik kehadiran” yang menjadi identitas PKB. Melalui konsep tersebut, kader didorong untuk aktif hadir di tengah masyarakat, memahami persoalan, serta memberikan solusi nyata yang dirasakan langsung oleh publik.
Dengan penerapan sistem seleksi yang lebih ketat, transparan, dan terukur, PKB optimistis mampu melahirkan pemimpin yang tidak hanya kuat secara internal, tetapi juga memiliki daya saing tinggi dalam kontestasi politik lokal.
Semangat pembaruan ini diharapkan menjadi modal penting dalam memperluas dukungan masyarakat sekaligus memperkuat posisi PKB di DPRD Kota Palembang.
(AN)






