Viral,Seorang Copet “Bersumpah Tobat” Di Muka Umum

Kriminal1070 Dilihat

PALEMBANG|PencanangNews.co id -Sempat Viral di media sosial seorang pria di kawasan Pasar 16 Ilir, Ilir Timur I, Palembang yang kedapatan tengah melakukan aksi copet dan diberi hukuman dengan cara berteriak dengan di gantungi tulisan ‘Saya Copet’.

Dalam video yang beredar viral, pria tersebut hanya bisa pasrah menahan rasa malu lantaran diberi hukuman berteriak didepan banyak orang di sekitar pasar tersebut, Selasa (17/11/2020) Sore. “Demi Allah, aku tobat nyopet, kalau saya mengulangi lagi, saya bersedia ditembak,” ucap pria tersebut didepan kerumunan banyak orang.

Bahkan, saat melihat pria tersebut berteriak dengan kata-kata tidak akan mengulangi lagi perbuatannya, warga sekitar juga sempat mengabadikan dengan cara mangambil foto ataupun video.

BACA  MDS Warga Lubuk Linggau Simpan Pil Ekstasy di Ban Serep Mobil

M Zaini (45), salah seorang pedagang yang ada di lokasi kejadian mengatakan, dirinya juga mengaku resah atas ulah copet di Pasar 16 tersebut.

“Awalnya dia dibawa satpam ke pos polisi karena kedapatan warga katanya mau mencopet, karena petugas tidak memiliki barang bukti jadi dia dihukum berdiri diatas kursi dengan dikalungin kertas bertuliskan ‘Saya Copet’ dan berteriak tidak mengakui lagi perbuatannya,” kata Zaini, Rabu (18/11/2020).

Sementara itu, Kasubbag Humas Polrestabes Palembang, AKP Irene turut membenarkan peristiwa yang terjadi di kawasan Pasar 16, Ilir Timur I, Palembang tersebut dan videonya beredar viral di media sosial.

BACA  Saat Detik Detik Proklamasi di HUT RI ke-76, Masyarakat Diminta Berhenti Sejenak Dari Aktivitas Berkendara

Menurut Irene, Pria yang berinisial AN tersebut, benar mendapat hukuman berdiri di sekitar TKP, karena sebelumnya ia telah melakukan percobaan aksi copet sehingga ditangkap warga dan diserahkan ke Pos Polisi Pasar 16 Ilir.

“Selanjutnya pelaku kita arahkan untuk menandatangani surat perjanjian diatas materai dengan berjanji tidak mengulangi lagi perbuatannya, namun terlepas dari pada itu gerak gerik AN akan tetap dalam pantauan anggota kita,” tutup Irene. (Ndre)