Hak Publik Dirampas, Bangunan Komersial di Seberang Ulu II Dituding Caplok Aset Negara

Berita, Palembang415 Dilihat

PALEMBANG | Pencanangnews.com — Kepentingan umum kembali dikorbankan demi bangunan komersial. Keberadaan bangunan di depan SPPG Tangga Takat, Jalan DI Panjaitan, Seberang Ulu II, dikritik keras karena diduga mencaplok lahan publik yang berpotensi membahayakan pengguna jalan dan melanggar aturan tata kota.

Aturan Wali Kota Palembang Nomor 24 Tahun 2008 secara jelas menetapkan standar Rumija Jalan DI Panjaitan seluas 20 meter. Ironisnya, fakta di lapangan memperlihatkan ruang publik itu menyusut drastis hingga tinggal menyisakan sekitar 8 meter akibat berdirinya bangunan tersebut.

BACA  Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang Berhasil Ungkap Kasus Ranmor !

Penyimpangan ini memicu reaksi keras dari LSM Naga Selatan. Melalui surat resmi bernomor 015/SP-NAGA-SELATAN/IX/2026, Ketua Naga Selatan, Galih Nugraha, S.Sos., menyatakan bahwa pencaplokan aset negara untuk kepentingan pribadi tidak bisa dibiarkan.

BACA  FIF Palembang Diguncang Skandal Besar: PST Tuding Ada Jaringan Terstruktur di Balik Kredit Fiktif

“Ini mencederai penegakan hukum tata ruang. Publik dirugikan karena ruang untuk pelebaran jalan dan fasilitas umum telah dirampas,” tegas Galih, Sabtu (19/9/2026).

Di tengah sikap bungkam pihak pengelola bangunan, desakan kini mengalir deras agar instansi teknis Pemerintah Kota Palembang dan Satpol PP tidak tinggal diam dan segera menjatuhkan sanksi tegas.

(AN)